Tradisi Maantar Patalian pada Perkawinan Masyarakat Adat Banjar Kalimantan Selatan (Telaah Antropologis dan Sosiologis)
DOI:
https://doi.org/10.36835/annuha.v7i1.327Keywords:
Marriage, Maantar; Patalian; Tradition; BanjarAbstract
The marriage in Indonesia is usually done with customary rules, one of which is the Banjar tribe who still has a strong culture in the process of marriage ceremony. In practice in Indonesia, in addition to following religious regulations, tradition also becomes important, as practiced by the people of Banjar when conducting marriages filled with various customs both before, shortly or after marriages are conducted. The application of the procession, the benchmark is honesty itself, where if the total honesty requested is not met by men, then the girl's family prefers to cancel it. In this condition, the local people's customary approach is the benchmark in the traditional Banjar marriage system
Downloads
References
Akbari, Rifqi. “Jujuran Dalam Adat Banjar (Kajian Etnografis Hukum Islam Dalam Perkawinan Adat Banjar).” B.S. thesis, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, n.d.
Al-Asqalani, Al Hafidz Ibnu Hajar. Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam Alih Bahasa Ahmad Najieh. Semarang: Pustaka Nuun, 2011.
Al-Faifi, Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya. Ringkasan fikih sunnah Sayyid Sabiq. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2013.
Amalia, Rizqi Maulida, and Muhammad Yudi Ali Akbar. “Konseling Islam Perannya Bagi Pemilihan Pasangan Dan Kesiapan Pernikahan.” JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa 1, no. 2 (2017): 125–130.
Amin, Faizal. “Sex Education Dalam Paradigma Pendidikan Islam.” Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. 1 (2016): 78–96.
Anam, Khoirul. “Analisis Al-Maslahah al-Mursalah Terhadap Program Sekolah Pra Nikah Oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Di Surabaya.” PhD Thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2019.
Aripin, Musa, Ilmu Hukum IAIN Padangsidimpuan, and A. Pengertian. “Eksistensi Urf Dalam Kompilasi Hukum Islam.” Jurnal Al-Maqasid 2, no. 1 (2016).
Daud, Alfani. Islam dan masyarakat Banjar: deskripsi dan analisa kebudayaan Banjar, 1990.
Dhavamony, Mariasusai. Fenomenologi Agama. Kanisius, 1995.
Fariati, Evi Indah. “PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD DENGAN MARIA AL-QIBTIYAH.” PhD Thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2015.
Firdian, Mochamad Rochman. “TRADISI ‘MAANTAR JUJURAN’ DALAM PERKAWINAN ADAT BANJAR KALIMANTAN SELATAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM.” PhD Thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2015.
Hafidzi, Anwar. “Penolakan Nasab Anak Li’an Dan Dhihar Dengan Ta’liq (Analisis Komparatif Naskah Kitab Fiqh al-Islam Wa Adillatuhu Dengan al-Mughni).” Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam 1, no. 2 (2018): 77–94.
Hafidzi, Anwar, and Eka Hayatunnisa. “Kriteria Poligami Serta Dampaknya Melalui Pendekatan Alla Tuqsitu Fi Al-Yatama Dalam Kitab Fikih Islam Wa Adillatuhu.” Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran 17, no. 1 (2017).
Indriyani, Novi. “Prilaku Bisnis Muhammad Saw. Sebagai Entrepreneur Dalam Filsafat Ekonomi Islam.” HUMAN FALAH: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam 3, no. 1 (2016): 18–33.
Kurdi, Fathurrahman Azhari Zainal Muttaqien Sulaiman. “Motivasi Perkawinan Endogami Pada Komunitas Alawiyyin Di Martapura Kabupaten Banjar.” Mu’adalah; Jurnal Studi Gender dan Anak 1, no. 2 (2013).
Mahfudz, Gusti. Pola Perkawinan Adat Banjar Di Kalimantan Selatan. Yogyakarta: Lembaga Kependudukan UGM, tt.
M.Si, Dr Rukin, S. Pd. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia, n.d.
Muzainah, Gusti. “BAANTAR JUJURAN DALAM PERKAWINAN ADAT MASYARAKAT BANJAR.” Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman 5, no. 2 (2019): 10–32.
Nasution, Syamruddin. SEJARAH PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM. Asa Riau (CV. Asa Riau), 2017.
Ndruru, Efentinus. “Perempuan Dan Adat Perkawinan (Studi Tentang Marginalisasi Perempuan Dalam Jujuran Adat Istiadat Perkawinan Di Nias).” Jurnal Community 3, no. 1 (2018).
Pide, A. Suriyaman Mustari. Hukum Adat Dahulu, Kini, Dan Akan Datang. Prenada Media, 2017.
Saleh, Mohamad Idwar. Adat istiadat dan upacara perkawinan daerah Kalimantan Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya, 1991.
Shomad, Abd. Hukum Islam: Penormaan Prinsip Syariah dalam Hukum Indonesia. Kencana, 2017.
Simanjuntak, Bungaran Antonius. Tradisi, Agama, dan Akseptasi Modernisasi Pada Masyarakat Pedesaan Jawa (Edisi Revisi). Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016.
Umar, Nasaruddin, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, and Departemen Agama. “Refleksi Penerapan Hukum Keluarga Di Indonesia.” Makalah yang disampaikan pada Konsultasi Nasional Mencapai Hukum Keluarga yang Adil dan Setara Jender diselenggarakan oleh Komnas Perempuan, Jakarta (2009): 3–4.
Yakin, Ayang Utriza. Sejarah Hukum Islam Nusantara. Kencana, 2016.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Arie Sulistyoko, Anwar Hafidzi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam An Nuha yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Priciple Contact.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atributs Share Alike (CC BY-SA).
Semua Informasi yang terdapat di An-NUHA bersifat akademik. An-NUHA tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.



