Telaah Politik Hukum terhadap Delik Keagamaan dalam KUHP Baru
DOI:
https://doi.org/10.36835/annuha.v10i1.698Keywords:
religious offenses, Criminal Code, Legal PoliticsAbstract
Religious offenses originate from material in Law no. 1/PNPS/1965 concerning Prevention of Abuse and/or Blasphemy of Religion. Material in Law no. 1/PNPS/1965 has repeatedly requested a judicial review of the Constitutional Court, with various arguments of damage to the constitutional rights of the applicants, but the Constitutional Court passed Decision Number 140/PUU-VII/2009, Decision Number 84/PUU-X/2012, Decision Number 56/ PUU-XV/2017, Decision Number 76/PUU-XVI/2018, and finally Decision Number 5/PUU-XVII/2019, essentially rejected the application. In the new Criminal Code, religious offenses are maintained with several new formulations. This article examines the political aspects of religious offense law in the new Criminal Code, especially in relation to the ideal legal ideals to be achieved through the accommodation and implementation of religious offenses in the Indonesian context. This study yielded several important points, first, religious offenses were once used by the colonial government to control the potential resistance of tarekat and Ratu Adil groups, so from this it can be understood that the political interests of the ruling regime were a determining factor in the interpretation and implementation of religious offenses. Second, the aim of religious offense law in the new Criminal Code is aimed at protecting freedom of religion and belief even for religious groups, so that the formulation of the offense also avoids word choices that allow excessive use which has the potential to criminalize religious groups and beliefs outside of orthodoxy. Third, a productive space for interpretation among law enforcers regarding religious offenses must be maintained and guidelines for the implementation of religious offenses for them must be immediately prepared, an interpretation space and guidelines that are compatible with the principles of guaranteeing substantive equality and upholding distributive justice, especially for religious groups and beliefs outside of orthodoxy. mainstream.
Downloads
References
Adji, Oemar Seno. Hukum (Acara) Pidana dalam Prospeksi, Jakarta: Erlangga, 1984.
Arief, Barda Nawawi. Delik Agama dan Penghinaan Tuhan (Blasphemy) di Indonesia dan Perbandingan Berbagai Negara. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2007.
Baso, Ahmad. Islam Pasca Kolonial: Perselingkuhan Agama, Kolonialisme, dan Liberalisme. Bandung: Mizan, 2005.
Cristianto, Hwian. Delik Agama: Konsep, Batasan, dan Studi Kasus. Malang: Media Nusa Creativ, 2018.
Halim, Abdillah. “Telaah Politik Hukum Dan Kebebasan Beragama Terhadap UU No. 1/PNPS/1965 Tentang Pencegahan, Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama”, Tesis Tidak Diterbitkan, Prodi Hukum Islam Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2010.
Hamidi, Jazim. dan M. Husnu Abadi, Intervensi Negara Terhadap Agama: Studi Konvergensi atas Politik Aliran Kepercayaan dan Reposisi Peradilan Agama di Indonesia. Yogyakarta: UII Press, 2001.
Hiariej, Eddy O.S. “Pendapat Hukum dalam Sidang Permohonan Pengujian Undang-undang No. 1 PNPS 1965 tentang Pencegahan dan atau Penyalahgunaan Agama”, sebagaimana tercantum dalam Zainal Arifin Mochtar dan Eddy O.S Hiariej, Dasar-dasar Ilmu Hukum: Memahami Kaidah, Teori, Azas, dan Filsafat Hukum.
Marzuki, Peter Mahmud. Teori Hukum. Jakarta: Kencana, 2020.
______, Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Kencana, 2008.
Mochtar, Zainal Arifin. Politik Hukum Pembentukan Undang-undang. Yogyakarta: Buku Mojok, 2022.
Muhadjir, Afifuddin. Fiqh Tata Negara, Yogyakarta: IRCISOD, 2017.
Peraturan Jaksa Agung RI Nomor: PER-019/A/JA/09/2015 tanggal 16 September 2015 tentang Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat.
Ropi, Ismatu. “Heresiologi dan Keberagamaan di Persimpangan Jalan”. Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Perbadingan Agama Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 17 Mei 2022.
Rumadi, “KUHP dan Kebebasan Beragama”, https://www.kompas.id/baca/opini/2023/01/04/kuhp-dan-kebebasan-beragama, diakses pada 12 Juli 2023.
UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Pelayahgunaan dan atau Penodaan Agama.
Undang-undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Zainal Abidin Bagir, “Agama dalam KUHP: Kemajuan Setengah Jalan”, https://crcs.ugm.ac.id/agama-dalam-kuhp-kemajuan-setengah-jalan/, – 21 Januari 2023
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Abdillah Halim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam An Nuha yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Priciple Contact.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atributs Share Alike (CC BY-SA).
Semua Informasi yang terdapat di An-NUHA bersifat akademik. An-NUHA tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.



