Membangun Kerukunan Umat Beragama Dengan Nilai-Nilai Pluralisme Gus Dur
Keywords:
Kerukunan, Pluralisme, Gus DurAbstract
This article tries to explain the application of Abdurrahman Wahid's or Gus Dur's pluralism values to build harmony between religious groups. The late Gus Dur was recognized as representing one of the leaders of pluralism activists in Indonesia. Because of his commitment, gait, and his thoughts on pluralism he was dubbed the father of Indonesian pluralism. For Gus Dur, pluralism is the main key to building a pluralistic Indonesian society. Support the struggle to equalize or unite religions, recognize the truth of other religions by taking an active role in achieving common goals. Tolerance that only emphasizes the acceptance or recognition of the freedom of worship of other religions is not strong enough to be the foundation of harmony. Tolerance is still quite vulnerable and risky from infiltration and divisive propaganda. To build harmony, a sincere intention is needed for dialogue and productive communication across religions. It is not enough to arrive at that, interfaith dialogue must also be realized in the form of cooperation between religious communities to achieve strong harmony based on plurality.Downloads
References
Asmara, Musda. “Islam Dan Pluralisme Dalam Pembangunan Politik Di Indonesia (Perspektif Pemikiran Abdurrahman Wahid).†Fokus 2, no. 1 (June 2017): 67–88.
Azyumardi, Azra. “Toleransi Agama Dalam Masyarakat Majemuk: Perspektif Muslim Indonesia.†In Merayakan Kebebasan Beragama, 12–28. Edisi Digital. Jakarta: Yayasan Abad Demokrasi, 2011.
al-Na’im, Abdullahi Ahmed. Islam Dan Negara Sekuler:Menegosiasikan Masa Depan Syariah, Terj. Sri Murniati. Bandung: Mizan, 2007.
Ma’arif, Syamsul. “Strategi Komunikasi Antar Umat Beragama Dalam Menumbuhkan Ukhuwwah Wathaniyyah Di Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara.†An-Nida 7, no. 2 (2015): 143–160.
Madjid, Nurcholis. Beberapa Pemikiran Ke Arah Investasi Demokrasi, Islam Liberlisme Demokrasi: Membangun Sinergi Warisan Sejarah, Doktrin, Dan Konteks Global. Jakarta: Paramadina, 2002.
Mahfud MD. Gus Dur: Islam, Politik, Dan Kebangsaan. Yogyakarta: LKiS, 2010.
Mulia, Siti Musdah. “Potret Kebebasan Beragama Dan Berkeyakinan Di Era Reformasi.†In Merayakan Kebebasan Beragama, 335–364. Jakarta: Yayasan Abad Demokrasi, 2011.
Rachman, Budhy Munawar. Argumen Islam Untuk Pluralisme. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2010.
Rais, Ahmad Imam Mujadid, and Zainal Abidin Bagir. “Setelah ‘Bela Islam’: Gerakan Sosial Islam, Demokratisasi, Dan Keadilan Sosial.†Maarif 11, no. 2 (Desember 2016): 4–14.
Riyadi, Hendar. Melampaui Pluralisme: Etika Al-Qur’an Tentang Keragaman Agama. Jakarta: RMBooks, 2006.
Rumadi. Damai Bersama Gus Dur. Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2010.
Setiawan, Wikha. “Belajar Keberagaman Dan Kerukunan Dari Desa Plajan Jepara.†Detiknews. Last modified September 28, 2017. Accessed February 12, 2018. https://news.detik.com/read/2017/09/28/190333/3662699/1536/belajar-keberagaman-dan-kerukunan-dari-desa-plajan-jepara.
Shihab, Alwi. Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama. Bandung: Mizan, 1997.
Sumbulah, Umi, and Nurjanah. Pluralisme Agama; Makna Dan Lokalitas Pola Kerukunan Antarumat Beragama, Malang. Malang: UIN Maliki Malang Press, 2013.
Suzeno, Frans Magnis. “Pembawa Bangsa Pasca Tradisional.†In Beyond The Symbols Jejak Antropologis Pemikiran Dan Gerakan Gusdur. 1st ed. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.
Th. Sumartana. “Penebar Pluralisme.†In Beyond the Symbols Jejak Antropologis Pemikiran Dan Gerakan Gusdur. 1st ed. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.
Wahid, Abdurrahman. Islamku, Islam Anda, Dan Islam Kita. Jakarta: The Wahid Institute, 2006.
———. Prisma Pemikiran Gus Dur. Yogyakarta: LKiS, 2010.
Yewangoe, Andreas A. “Regulasi Toleransi Dan Pluralisme Agama Di Indonesia.†In Merayakan Kebebasan Beragama. Edisi Digital. Jakarta: Yayasan Abad Demokrasi, 2011.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 Fathur Rohman, Ahmad Ali Munir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam An Nuha yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Priciple Contact.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atributs Share Alike (CC BY-SA).
Semua Informasi yang terdapat di An-NUHA bersifat akademik. An-NUHA tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.



