KESAKSIAN PEREMPUAN MENURUT ASGHAR ALI ENGINEER; STUDI ANALISIS PERSPEKTIF FIQH

  • Dwi Runjani Juwita Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nahdlatul Ulama Madiun
Keywords: Kesaksian, Perempuan, Perspektif Fiqih

Abstract

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang perempuan. Perempuan dalam Islam mempunyai kedudukan yang sama  dan sejajar dengan laki-laki.  Dalam al-Qur’an banyak ayat-ayat yang menyebutkan bahwa seorang perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Termasuk dalam hal ini adalah masalah kesaksian. Menurut pandangan fuqaha’ pada asalnya yang menjadi saksi itu adalah laki-laki. Kesaksian perempuan dengan formula 1:2 adalah pengecualian. Alasan yang dikemukakan  adalah bersifat kebahasaan yaitu penggunaan kata-kata mudzakar atau maskulin dalam teks-teks al-Qur’an tentang kesaksian. Sementara menurut Asghar Ali Engineer bahwa pada asalnya yang menjadi saksi itu boleh saja laki-laki atau perempuan dengan status yang setara. Formula 1:2 adalah pengecualian untuk transaksi bisnis, tidak dapat diperluas pada kesaksian-kesaksian lain. Dalam hal ini Asghar pun menggunakan alasan kebahasaan. Penggunaan kata-kata mudzakar tidak secara otomatis menunjuk laki-laki, karena tanpa penegasan khusus, kata mudzakar dalam bahasa arab berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Dari sini maka perlu dikaji lebih jauh tentang bagaimana sebenarnya penafsiran Asghar Ali Engineermengenai ayat-ayat yang menyangkut tentang kesaksian perempuan, sesuaikah dengan pemikiran para fuqaha’.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Syafi’I, Al-Umm II,Dar al-Fikr, 1990.
Al-Baidhawy, TafsirAl-Baidhawy jilid I, Kairo: Dar al-Mishriyyah,t.t.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang: Tanjung Inti Mas, t.t.
Al-Ghazali, Al-Wasith Fi al- Mazhab, Jilid VII, Dar al-Salam.
Al-Jawziyah, I’lam al-Muwaqqi’in, Kairo:,tt.
Al-Qurthubi, Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an, Jilid III, Beirut: Dar al-Syabab, 1365 H.
Al-Syalaby, Jawahir al-Hisan Fi Tafsir al-Qur’an,t.t, t.p.
Al-Syaukani, Fah al-Qadir, jilid I, Beirut: Dar al-Fikr, t.t.
Asghar Ali Engineer, Hak-Hak Perempuan Dalam Islam, Yogyakarta: LSPPA, 2000.
Asghar Ali Engineer, Hak-Hak Perempuan Dalam Islam, Bandung: LSSPA, 2000.
Asghar Ali Engineer, Islam dan Teologi pembebasan, Yogjakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Bukhari, Shahih Bukhari III, Beirut: Dar al-Fikr 1993.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang: Tanjung Inti Mas, t.t.
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1998.
Ensiklopedi Hukum Islam, IV, Jakarta: Ikhtiar Baru, 1997.
Ibnu Manzhur, Lisan al-A’rab, Al-Qahirah: Dar al-Mishriyyah, t.t.
Majma’ L-Lughah al-Arabiyah, Al-Mu’jam al-Wasith, Jilid II, Mesir: Dar al-Ma’ruf, 1393 H.
Mansyur bi Idris Al-Hambali, Kasf Al-Qina jilid VI, Kairo: al-Syarqiyah, t.t.
Qalyubi wa Umaira, Al-Qayubi wa Al-Umaira, Al-Qahirah: Dar Ihya’ Al-Kutub Al-A’rabiyah, t.t .
Rasyid Ridha, Tafsir al-Qur’an al-Hakim JILID II, Kairo: Dar al-Salam, 1417 H.
Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah II, Beirut: Dar al-Fikri, 1992.
Published
2015-12-21
How to Cite
Juwita, D. R. (2015). KESAKSIAN PEREMPUAN MENURUT ASGHAR ALI ENGINEER; STUDI ANALISIS PERSPEKTIF FIQH. An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya & Sosial, 2(2,Desember), 263-282. Retrieved from http://ejournal.staimadiun.ac.id/index.php/annuha/article/view/46
Section
Articles